Nama saya Iffah, saya sudah kelas 4 SD dan saya homeschool bersama dengan adik saya Sania yang kelas 2 SD bareng dengan 2 orang teman lainnya yaitu kak Riris ( yang udah kelas 3 SMA ) dan Elan ( satu-satunya anak cowok yang kelas 3 SD ) dikomunitas homeschool nya bunda Septi.
Pada hari Senin tanggal 26 September 2011 kemarin saya dan teman-teman dikomunitas homeschool diajak untuk live in / menginap di Boyolali selama 1 malam. Kami berangkat dari rumah bunda Septi jam 09.00 pagi naik mobil bunda Septi dan diantar oleh pak Dodik. Pemandangannya bagus banyak pepohonan seperti pohon pisang, pohon bambu dan ada juga pohon jati, ada juga orang yang lagi bersihin jalan. Pak Dodik sempat berhenti di pom bensin untuk ambil uang di mesin ATM yang ada disana.
Setelah perjalanan yang cukup jauh kurang lebih 1 jam perjalanan, akhirnya kami sampai di desa Musuk, sebuah desa dikaki gunung Merapi di daerah Kabupaten Boyolali. Begitu mobilnya berhenti kami semua langsung turun dari mobil dengan membawa tas dan barang bawaan sendiri-sendiri, kami langsung disambut oleh suara sapi yang sangat berisik sekali, ternyata sapinya ada buanyaak sekali dan gede-gede lagi. Eh salah satu sapi yang gede tadi ternyata baru melahirkan lhoo...
Kami semua masuk kerumahnya pak Gianto dan bu Harsiti, Elan setelah taruh tas dirumah langsung main ayunan dihalaman rumah yang lebar. Bunda Septi menawarkan makanan buat sarapan, kami diberi pilihan, mau mie goreng atau mie rebus, Elan pilih mie goreng, kalau kak Riris, saya dan Sania sih bilangnya terserah aja, akhirnya bunda buatin mie rebus deh buat kita bertiga dan mie goreng buat Elan.
Kami berempat langsung mainan tekongan atau petak umpet dan saya yang pertama jadi, setelah semuanya pada ngumpet mulai deh saya cari, sampai akhirnya ketemu semuanya deh hehehe. Akhirnya saya gantian mainan di ayunan yang tadi dipakai Elan dan yang lainnya main tekongan bertiga deh. Karena pas bertiga gak kena-kena, saya jadi ikutan lagi deh. Sampai mainan tekongannya pas selesai sarapannya juga pas sudah siap deh, jadi langsung dilanjutkan acara sarapan pagi.
Semuanya langsung pada sarapan makanan yang masih panas-panas, kecuali saya yang belum mulai makan sendiri, soalnya masih panas sih. Akhirnya pak Dodik dan bunda Septi makannya udah habis, disusul sama kak Riris juga habis. Elan makannya tidak habis terus diserahkan ke pak Dodik biar dihabiskan dan Elan langsung mainan ayunan lagi, kayaknya dia tidur di ayunan itu deh. Setelah bangun elan balik ketempat makan lagi karena semua masih disitu, saya yang makannya paling belakangan akhirnya malah bisa habis duluan dibandingkan Sania yang makannya lebih duluan malah sekarang masih banyak, sampai akhirnya dibantu dikurangi bunda Septi dan dimakannya pakai kerupuk.
Setelah selesai sarapan kami sempat bermain-main sebentar sebelum akhirnya bunda Septi dan pak Dodik pulang menggunakan mobilnya, pada saat mobil berjalan melewati gang depan rumah berbarengan dengan kepulangan pak Gianto yang membawa rumput-rumput untuk pakan sapi-sapi.
Saat angin bertiup kencang kami semua bermain abu yang kami sebut pasir, tetapi kak Riris nggak ikutan main pasir tapi malah main ayunan karena takut kelilipan katanya. Kami asyik sekali menaburkan pasir ke udara pas anginnya bertiup kencang kearah tembok yang arahnya dibelakang kak Riris ayunan, jadi saat pasir abu itu kami taburkan di udara, kak Riris bilang kalau rasanya seperti lagi ayunan diatas awan, kereeen looh...!
Siang hari anaknya bu Harsiti cowok yang kelas 4 SD pulang, umurnya 9 tahun, hampir sama seperti umur saya yang tanggal 24 bulan Oktober nanti ulang tahun yang ke sembilan. Sore harinya sekitar pukul 04.00 sore Elan pergi main bola bersama teman-temannya dilapangan desa sebelah atas desa / rumah tempat kami menginap. Kami sudah mandi semua saat Elan pulang dari main bola dan dia mandinya paling belakangan deh.
Ternyata disana walaupun letaknya tinggi dikaki gunung tetapi kalau siang juga terasa panas, tetapi beda sekali waktu masuk malam hari, baru deh terasa dingiiin banget, padahal sudah pakai baju hangat dan kaus kaki. Malam itu kami kumpul bareng-bareng sama teman Elan yang bernama Aji, sambil main kartu terus, karena nggak bisa tidur-tidur. Sampai akhirnya setelah Aji pulang kami kumpul bareng disatu kamar, saya, Elan dan Sania awalnya pura-pura tidur, eh malah akhirnya jadi tidur beneran.
Rupanya kak Riris malam itu agak susah tidur, karena paginya pas kita udah pada bangun diceritain sama kak Riris kalo malam tadi semuanya ( kita bertiga ) pada ngelindur. Saya ngomong-ngomong sendiri nggak jelas, Sania malah ngebangunin kak Riris minta dianterin kekamar mandi, pas kak Ririsnya mo bangun ternyata Sania malah udah tidur lagi. Elan juga tidurnya bisa pindah-pindah posisinya, kepalanya ditanganku dan kakinya dikakinya kak Riris, pokoknya pada kacau deh, kata kak Riris.
Siangnya kami main kekandang sapi sambil memberi makan sapi, pas pengen nyobain memerah susu sapi ternyata sudah nggak keluar lagi, karena kata pak Gianto susunya sudah diperah pagi tadi, jadi sekarang belum ngisi lagi deh susunya. awalnya kami waktu mau masuk kandang sapi sempat tutup hidung karena bauu sekali, tapi lama-lama akhirnya biasa juga.
Sore harinya akhirnya bunda Septi dan pak Dodik akhirnya datang menjemput, tapi sebelum pulang sempat ada kejadian anak sapi yang baru lahir terjatuh kedalam kubangan tempat penimbunan kotoran sapi yang lubangnya cukup dalam dan sempat kesulitan bernapas, Elan langsung lari, rupanya mencari pak Lardi ( tetangga depan rumah ) untuk membantu menolong anak sapi yang kecebur dikubangan itu. Alhamdulillah akhirnya anak sapi itu bisa diselamatkan oleh pak Lardi deh, walaupun badannya kotor semua terkena kotoran sapi. Baru setelah itu kami semua pulang bersama bunda Septi, sambil saling bercerita pengalaman selama live in di desa Musuk Boyolali kepada bunda Septi sepanjang perjalanan sampai kembali kerumah bunda Septi lagi. Senaaang sekali rasanya bisa mendapat pengalaman seru seperti itu ditempat baru, bersama dengan teman-teman baru dan tanpa orang tua.
Wassalamu'alaikum
Tidak ada komentar:
Posting Komentar